2 PERKARA YANG DIPERANGI ALLAH TA'ALA

09 Nov 2023

 

Allah Ta'ala, dalam agama Islam, adalah Sang Pencipta, Pengatur, dan Pemberi kehidupan. Dia memiliki sifat-sifat yang sempurna, termasuk sifat kasih sayang, keadilan, dan kebijaksanaan. Allah juga menentukan aturan dan hukum untuk manusia agar mereka hidup dengan baik di dunia ini dan mencapai keselamatan akhirat. Dalam Islam, terdapat beberapa perkara yang diperangi Allah Ta'ala karena mereka bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran-Nya. Dua dari perkara tersebut adalah dosa syirik dan dosa zalim.

1. DOSA SYIRIK

Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam. Dosa ini terjadi ketika seseorang mencampuradukkan Allah dengan sesuatu atau seseorang yang lain, atau ketika seseorang mengakui keberadaan tuhan-tuhan selain Allah. Allah Ta'ala menciptakan manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya, dan setiap bentuk syirik adalah pelanggaran serius terhadap prinsip ini.

Allah Ta'ala sangat jelas dalam firman-Nya dalam Al-Quran bahwa syirik adalah dosa yang tidak akan diampuni. Dia berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosy syirik (bersekutu dengan Allah), dan Dia mengampuni segala sesuatu yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (Quran, Surah An-Nisa, Ayat 48).

Seseorang yang bersikeras dalam berbuat syirik atau mengklaim kekuasaan atau ketuhanan selain Allah akan berhadapan dengan kemurkaan Allah Ta'ala. Oleh karena itu, dosa syirik adalah salah satu perkara yang paling diperangi Allah dalam agama Islam.

2. DOSA ZALIM

Dosa zalim adalah perbuatan zalim atau kejam terhadap sesama manusia atau makhluk lainnya. Allah Ta'ala adalah Maha Adil dan Maha Bijaksana, dan Dia menciptakan manusia untuk hidup dalam keadilan dan perdamaian. Perbuatan zalim menciptakan ketidakseimbangan dalam masyarakat dan menimbulkan penderitaan bagi yang dianiaya.

Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Quran, "Dan Allah tidak menyukai kedzaliman." (Quran, Surah Ali 'Imran, Ayat 140). Dalam Islam, perbuatan zalim dianggap sebagai dosa besar, dan Allah Ta'ala telah menegaskan bahwa Dia akan memberikan keadilan kepada semua orang di akhirat. Orang yang berbuat zalim akan bertanggung jawab atas perbuatan mereka, kecuali jika mereka bertaubat dan memperbaiki diri.

Ketika seseorang berbuat zalim, mereka tidak hanya melanggar hak-hak orang lain, tetapi juga melanggar hukum Allah Ta'ala. Oleh karena itu, dosa zalim adalah salah satu perkara yang diperangi oleh Allah dalam ajaran Islam.

Dalam rangka mencapai keselamatan dunia dan akhirat, sangat penting bagi umat Islam untuk menjauhi dosa syirik dan dosa zalim. Melalui kesadaran akan betapa seriusnya Allah Ta'ala dalam melarang perkara-perkara ini, umat Islam diharapkan untuk hidup dalam ketaatan, keadilan, dan kasih sayang, sehingga mereka dapat mencapai keridhaan Allah Ta'ala dan keselamatan akhirat.