Menjadi Orang yang Mudah Memaafkan

21 Apr 2020
Sumber foto: www.pexels.com

“Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya.” Kalimat yang diambil dari salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim itu senantiasa mengingatkan kita untuk menjalin hubungan yang baik dengan setiap orang terutama orang muslim. Dalam surah Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT telah berfirman :

Artinya : “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

            Maka, untuk menjalin suatu hubungan yang baik dengan sesama muslim kita harus menahan amarah dan yang lebih baik lagi adalah menjadi orang yang pemaaf. Memaafkan itu lebih utama dari hanya sekadar menahan emosi marah. Memaafkan berarti tidak membalas perbuatan yang buruk, namun malah berbuat baik kepada orang yang jahat kepada kita.

Memiliki sifat yang pemaaf tentu bukan hal yang mudah, maka dari itu orang-orang yang pemaaf memiliki gambaran seperti orang-orang yang memiliki akhlak luar biasa. Dengan catatan, memaafkan di sini adalah mendapat pahala dan rahmat di sisi Allah SWT bukan berharap untuk mendapatkan balasan dari manusia semata. Dalam surah Asy-Syura ayat 40 Allah berfirman :

Artinya : “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

Rasulullah SAW juga semasa hidupnya digambarkan memiliki sifat yang pemaaf, ketika Rasulullah SAW lewat dan diludahi oleh seorang Yahudi keeseokan harinya hal tersebut terjadi lagi sampai seorang Yahudi itu jatuh sakit dan Rasulullah malah yang pertama menjenguknya. Lalu, muncul pertanyaan bagaimana jika kita sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan secara maksimal namun kawan kita tidak mau memaafkan. Maka Az-Zarani dalam penjelasannya untuk Al-Muwaththo’ mengambil perkataan Ibnu Ruslan,

Yang bisa kita simpulkan, apabila salah satunya berusaha berdamai dengan yang lain tapi perdamaian itu tidak diterima, maka orang yang berusaha berdamai tersebut diampuni.”

Mashaa Allah, semoga kita dapat senantiasa menjadi orang-orang yang pemaaf dan berbuat baik. Aamiin.